RSS
www.filehippo.comAdobe Reader
Adobe Reader X
Adobe Reader adalah program utilitas yang berguna untuk membantu pengguna komputer dalam membaca dan mencetak dokumen berformat pdf (PDF Reader). Versi terbaru program ini adalah Adobe Reader X, yang dirilis pada tanggal 10 April 2012. Software Adobe Reader dibuat dan dikembangkan olehAdobe Systems Incorporated. 
Perangkat lunak komputer ini memiliki kelebihan pada kelengkapan fiturnya, karena dibuat oleh pihak pertama yang mengembangkan standar format file PDF itu sendiri. Secara mudah Anda dapat menyesuaikan cara membaca dan mencetak PDF sesuai kebutuhan. Anda juga dimungkinkan untuk memberikan komentar di dokumen PDF yang sedang dibuka. 

Program
 Adobe Reader banyak diaplikasikan dan digunakan oleh kalangan pengguna komputer personal, bisnis dan pendidikan. Adobe Reader merupakan software gratis. Adobe Reader dapat dijalankan di sistem operasi Windows XP, Windows Server 2003/2008, Windows Vista, Windows 7, serta Mac OS. Untuk menginstall versi terbaru program ini, komputer Windows Anda harus memiliki spesifikasi minimal menggunakan prosesor Intel 1.3 GHz, memori (RAM) 256 MB, resolusi monitor 1024x576 piksel, dan harddisk dengan kapasitas kosong minimal 260 MB.

TENTANG SMK MAMBAUL FALAH.COM
 Mambaul Falah adalah ponpes yang memiliki 4 pendidikan diantaranya seperti
v   THORIQOH
v  PONPES Putra Maupun Putri
v  SMK
v  MTs
Dan saya mau menceritakan tentang SMK MAMBAUL FALAH
Bahwa sanya SMK MAMBAUL FALAH mempunyai arti yaitu “ sumber kebahagiaan “
Maksudnya sumber kebahagiaan adalah bahagia dalam dunia maupun di akhirat,
Mambaul falah merupakan suatu lembaga pendidikan yang mengelola pengajian sepuh  yaitu
 “ THARIQAH AL-QODIRIYYAH WANNAQSYABANDIYYAH” pengajian itu di mulai dirintis dan di laksanakan pada sekitar tahun 1972,yang awalnya dilaksanakan di masjid umum. pada tahun 1990 pondok pesantren mambaul falah ini resmi di akui badan hukum, dengan nomor notaris 181 tahun 1990 sekaligus terbentuknya yayasan mambaul falah  yang di ketuai mbh yai Shiddiq sendiri. Berkembang dengan kemajuan zaman akhirnya pengurus memutuskan untuk mendirikan sekolah formal setingkat SLTP. Kemudian pada bulan juli tahun 2000 resmi berdiri MTs mambaul falah dengan izin dari depag propinsi jawa tengah. Pengurus yayasan dan team  ahli, resmi mendirikan sekolah formal setingkat SLTA, yaitu SMK MAMBAUL FALAH yang berkonsentrasi ke teknik komputer dan jaringan, dan di samping itu materi produksi yang menjadi ciri khusus keahlian komputer, SMK Mafa juga tidak kalah dengan sekolah lain,
SMK MAMBAUL FALAH mempunyai  2 materi yang di ajarkan yaitu:
Materi umum & materi agama.
SMK mafa ini umumnya berbasis pesantren dan mengajar ilmu” agama,.
Murid-murid di SMK mafa ini rata” menjadi  orang yang artinya menjadi orang yang sukses dalam mempelajari ilmu agama,  para alumni di sini menjadi orang yang berguna ,
Selain itu SMK MAMBAUL FALAH ini mempunyai banyak extra di antara lainnya adalah:
v  Kalau di bidang olah raga : - sepak bola
     - lari maraton
     - volli
     - catur
     
v  Kalau di bidang komputer : -      Design grafis
-          Design animasi
-          Web design
v  Dan di bidang kepramukaan:     -  SAKA Bhayangkara
-  Bantara
-  Ambalan
Kalau extra yang lainnya adalah merakit, menginstal, sharing printers,sharing modem, dan masih ada banyak lagi friend.............
Pelajaran agama yang di ajarkan pada anak-anak SMK mafa adalah:
*      KK ( Kajian Kitab )
*      Musyafahah
*      PAI
*      Tafsir
*      Stasawuf 
Sejak tahun  2000 yayasan mambaul falah mempunyai lembaga pendidikan formal . dengan harapan selain para santri mampu menguasai ilmu agama, ( tauhid, fiqih, nahwu, shorof, pegon, sorogan.) dan ilmu umum sehingga santri mempunyai  skil dan mampu menyongsong masa depan yang gemilang  yakni kehidupan yang sakinah mawadah warahmah.
Semoga semua anak-anak SMK maupun MTs Mafa & para santri  putra maupun  santri putri, bisa menjadi penerus bangsa,  bermafaat bagi semua orang, dan menjadi anak yang sholih, sholihah AMINNN.............................
Saya minta maaf jika terjadi kesalahan dalam mengetik maupun dalam pembicaraan,
Semoga ini bermanfaat bagi kita semuanya, amin ya robbal alaminn.........................
ww
BIODATA DIRI
DATA PRIBADI
IDENTITAS :
NAMA                       : FADHILLA NUR FAJRINA
JENIS KELAMIN     : PEREMPUAN
TMPT/ TGL LAHIR  :KUDUS, 3 MEI 1999
STATUS                     : SINGLE
ALAMAT                   : SAMIREJO DAWE KUDUS
 AGAMA                    :ISLAM
                                          
 
IDENTITAS KESUKAAN :
HOBI                          :MEMBACA
CITA-CINTA             : INGIN MENJADI SEORANG KARIR YANG SUKSES

 PENDIDIKAN :

 2009-20010                : SD 2 SAMIREJO
 20012-2013                : MTS MAMBAUL FALAH
DATA KELUARGA :
NAMA AYAH            : WANTOHA
NAMA IBU                 : KAMINI
PEKERJAAN AYAH :BANGUNAN
PEKERJAAN IBU       : IBU RUNAH TANGGA


Materi Pramuka "Macam dan penggunaan Kompas"



Macam dan penggunaan Kompas

 
macam-macam kompas dan cara penggunaannya  
Kompas yang digunakan untuk navigasi :
 
1. Kompas Lensa

Kompas Lensa merupakan kompas yang dilengkapi dengan lensa biconcav untuk mempermudah dalam pembacaannya.
Bahan lensa ini dapat dari logam maupun dari fiber.
Kelebihan dari lensa ini adalah:
+ Keringanannya sehingga mudah untuk dibawa dan digunakan, selain harganya yang cukup murah.
+ Memiliki pengait untuk memudahkan dalam mendatarkan kompas.
Kekurangannya adalah
+ Piringan kompas mudah sekali bergerak sehingga mempersulit kita dalam penghitungan besar sudut kompas.
+ Skala pada kompas tiap strip rnewakili dua skala, validitas pengukuran besarnya sudut kompas kurang, terutama untuk pengukuran sudut kompas dengan angka ganjil, pengukurannya berdasarkan perkiraan saja.
2. Kompas Silva

Kompas ini sering disebut juga Kompas Orientasi, ini disebabkan oleh kemudahan penggunaan kompas ini untuk orientasi medan.
Kompas ini memiliki tanda panah penyesuai yang terdapat di dasar piringan kompas, dilengkapi pula dengan cermin.
Selain itu disekitar piringan kompas terdapat konektor dan penggaris.
Kelebihannya adalah :

+ Memiliki cermin untuk memudahkan dalam pembacaan dan pembidikan
+ Dilengkapi dengan penggaris (dalam cm dan inchi).
+ Untuk jenis tertentu memiliki kaca pembesar dan konektor untuk peta berskala I : 50.000 dan I : 25.000.
+ Untuk jenis tertentu dilengkapi dengan lensa pembidik.
+ Dapat digunakan untuk mengukur besar sudut peta (pengganti busur derajat).

Kekurangannya adalah

+ Untuk membuat kompas terdebut datar kita harus menggunakan alat bantu yang datar.
+ Bila membidik besar sudut kornpas tidak dapat langsung diketahui.
3. Kompas Prisma

Kompas ini memiliki prisma pada bagian dekat pengait.
Kompas ini terbuat dari bahan logam, dengan jarum kompas mengandung zat phosphoric yang akan memudahkan pembacaan sudut bila pada atempat gelap.

Kelebihannya adalah

+ Besar sudut bidikan bisa langsung di baca melalui prisma.
+ Dapat langsung diketahui azimuth dan back azimuthnya.
+ Mudah digunakan, mudah didatarkan.

Kekurangannya adalah

+ Terbuat dari logam sehingga berat.
Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan
Sebelum Menggunakan KOMPAS 
1. Set semua kompas yang akan dipakai (seragamkan dengan kompas yang standar). Untuk checking yang paling mudah yaitu kita pergi ke titik Triangulasi, dengan catatan daerah tersebut telah kita ketahui SPM-nya (misal 0° 00′ 00″).
Plot salah satu tanda medan yang terlihat jelas dari Triangulasi dan juga terdapat di peta, catat besar sudut petanya, misal 50′.
+ Untuk kompas standar, besar sudut kompas bila kita membidik tanda medan tersebut dan’ titik Tnangulasi juga harus sebesar 50′.
(Catatan : Cara kita membidik dan plotting sudah benar).
2. Perhatikan angka-angka pembagian derajat yang terdapat pada piringan kompas (untuk keseragaman sebaiknya menggunakan kompas dengan pembagian derajat sampai 360°).
Bila kita menggunakan kompas dengan pembagian derajat 6400,
maka di lapangan kita harus menghitung lagi.


ORIENTASI
A. Orientasi Peta  

·         Putar peta (jangan merubah posisi kompas) dan hentikan bila grid/sumbu -r peta sudah segans dengan jarurn kompas. Dengan demikian letak peta telah sesuai dengan arah utara (meng-utara-kan peta).
·          Cari tanda moment yang paling menonjol, kemudian cocokkan dengan peta dan beri tanda.
·         Cari tanda medan sebanyak mungkin sehingga anda sudah mulai paham dengan daerah tersebut dan sudah dapat memperkirakan posisi anda di peta. 


B. Orientasi Medan

Merupakan cara untuk membaca kenampakan medan dan disesuaikan dengan peta, juga untuk mengetahui arah dan posisi kita di lapangan. Ada dua cara orientasi medan, yaitu:
1. Orientasi medan dengan kompas
Untuk mengetahui posisi kita saat berada di alam bebas, yang penting
untuk dilakukan adalah menentukan arah mata angin (U,S,B dan T), lalu menentukan arah utara peta. Setalah itu menentukan posisi kita dengan pasti. Ada 2 cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi kita, yaitu

a.      Resection

Adalah menentukan posisi kita pada peta, langkahnya adalah  :

·         Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan, seperti puncak bukit, pegunungan, tikungan potong, sungai ataupun tebing.
·         Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alam), kemudian cocokkan dengan peta. Bidikkan kompas dari posisi anda berdin ke salah satu tanda medan yang terlihat dan dikenal, baik di peta maupun di medan. Misalkan tanda medan adalah puncak bukit X, dengan sudut kompas sebesar 130°, maka sudut peta adalah 130° + 180° = 310° (Back A.: imuth)
·         Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris, polakanibuatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta.
·         Lakukan hal yang sama dengan titik kedua, misal Y. Bila kita melakukannya benar maka akan didapalkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut.
·         Titik perpolongan itulah posisi kita di peta.

Resection dapat pula dilakukan hanya dengan satu tanda medan atau titik ketinggian, bilamana kita berada pada tepi jurang, tepi sungai, jalan setapak yang ada di peta atau di garis pantai, dan sebagainya.

b.      Intersection

Adalah menetukan posisi orang lain/tempat lain, langkahnya adalah: Lihat dan perhatikan tanda medan yang mudah dikenal di lapangan, seperti puncak bukit, pegunungan, tikungan potong, sungai ataupun tebing.

Lakukan orientasi (sesuai dengan bentang alarn), kemudian cocokkan dengan peta. Bidikkan kompas dari posisi anda berdin(letaknya sudah pasti diketahui di medan dan di peta) ke saran bidik. Misal tempat anda berdiri adalah X, dengan hasil bidikan sebesar 130′ terhadap sasaran. Maka sudut peta adalah 130° (Azimuth).
Dengan menggunakan busur derajat dan penggaris, polakan/buatlah garis dari titik sasaran dengan acuan besar sudut peta.
Lakukan hal yang sama dengan tempat yang kedua, misal Y. Bila kita melakukannya benar maka akan didapatkan tititk perpotongan antara kedua garis tersebut (Usahakan selisih sudut antara X dan Y antara 30° – 150°).
Titik perpotongan itulah posisi kita di peta.
Intersection bisa dilakukan bila sasaran bidik dapat kita melihat dari dua tempat yang berbeda, dengan jelas. Intersection dapat pula dilakukan hanya dengan satu tanda medan atau ttitik ketinggian, bilamana orang yang kita bidik berada pada tepi Jurang, tepi sungai, Jalan setapak yang ada di peta atau di garis pantai, dan sebagainya.

2. Orientasi medan tanpa peta dan kompas

Bila kita berada di alam bebas tanpa membawa peta dan kompas, kita dapat menggunakan tanda-tanda alam untuk menunjukkan arah perjalanan kita, diantaranya adalah a. Matahari Hanya dapat digunakan pada slang hari, yaitu mengetahui arah barat dan timur, b. Bintang
Pada malam hari dapat menggunakan bintang untuk mengetahui arah perjalanan kita, antara lain
Bintang Pari menunjukkan arah selatan Bintang Orion menunjukkan arah timur dan barat c. Tanda-tanda lain Tanda-tanda lain yang dapat digunakan antara lain Kuburan orang Islam membujur kearah utara – selatan Masjid menghadap kearah barat – timur 
TEKNIK CONTOURING

Contouring dapat diartikan dengan salah satu penerapan ilmu medan peta yaitu menempuh perjalanan tanpa menggunakan kompas. Dalam melakukan teknik contouring dituntut untuk lebih teliti dalam pengamatan medan. Karena jika kita sudah salah menentukan posisi dengan contouring maka akan mempersuli perjalanan kita dan mungkin akan tersesat.

Jika kita di lapangan dengan membawa peta maka teknik contouring dapat dilakukan, dengan mengamati bentukan dengan acuan arah KAKIBATAS (Kanan, Kiri, Bawah, Atas). Tanda-tanda medan yang dapat digunakan adalah

+ Puncak-puncak bukit
+ Bentukan sungai
+ Punggungan bukit dan terjal/landainya bukit
+ Percabangan sungai
+ Patahan tebing
+ Waterfall (air terjun)

Untuk selalu dapat berhasil melakukan teknik ini adalah dengan selalu berlatih di lapangan yang sebenarnya. Yang perlu dicamkan adalah :”Tentukan secara pasti titik awal keberangkatan, menghitung jarak tempuh dan selalu menghitung ,sudah berapa kali kita menyeberangi sungai atau lembah atau berpindah punggungan bukit”. 
TEKNIK PASSING KOMPAS

Teknik ini sering digunakan dalam rnelakukan sebuah operasi SAR. Teknik ini lebih mudah dilakukan pada medan yang landai dan luas, digunakan pula untuk mengatasi rintangan yang menghalangi perjalanan kita, misal sungai atau jurang.

Cara melakukan passing kompas adalah

+ Tentukan titik (lokasi) yang menjdi tujuan kita, pada peta.
+ Ilitung sudut peta dengan kompas dari titik awal kita menuju titik tujuan dan tentukan pula back azimuthnya.
+ Perintahkan satu atau dua orang rekan kita untuk menuju arah bidikan kompas sebatas pandangan mata.
+ Kemudian anda bergerak ke depan rekan anda dan melakukan hal yang sama dengan point ketiga.
+ Postsi jarum kompas harus selalu berimpit dengan N dan S (Utara dan Selatan).
Teknik ini sering digunakan untuk mengatasi rintangan yang menghalangi perjalanan kita, misal jurang, sungai, dil. Yang utama adalah menentukan arah bidikan dan mengirimkan rekan sebagai pionir pencari jalan, dengan catatan tidak terlepas dari jangkauan rnata dan segera menempati arah bidikan kompas. 

KALIBRASI KOMPAS

Kahbrasi kompas merupakan standarisasi antara satu kompas dengan kompas lain yang sudah dikalibrasi atau lebih akurat. Contoh, kita akan mengkalibrasi dua buah kompas, yaitu A dan B, kemudian kita akan menggunakan kompas C sebagai kompas standar. Untuk sasaran bidikan kita gunakan Bukit X.

I angkah I : bidikkan kompas C ke arah Bukit X, dan catat sudut kompasnya (misal 45°)
I angkah ll : Bidikkan kompas A dan B ke arah Bukit X, dan catat sudut kompasnya, misal A = 47° dan B = 42°

Maka kalibrasi kompas A adalah : 47° – 45° = 20 (selisih), jadi untuk hash bidikan kompas A di medan harus dikurangi 2°, karena hasil bidikannya kelebihan 2° dari kompas standar (kompas C). Sedangkan kalibrasi kompas B adalah : 45° – 42° _ 30 (selisih), jadi untuk hasil bidikan kompas B di medan harus dikurangi 3°, karena hasil bidikannya kelebihan 3~’ dari kompas standar (kompas C).
Catatan
Untuk menghidari terjadinya penyimpangan sudut kompas pada ikhtilafnya maka harus dihindarkan dari
1. Senjata berat, sejauh 60 meter
2. Senjata ringan, sejauh 40 meter
3. Pagar kawat, sejauh 10 meter
4. Parang, pisau dan logam kecil lainya,